Mengenai Saya

Foto saya
Tangerang Kota Pendosa, Banten, Indonesia
"Jadikanlah diri kita menjadi pribadi yang mudah di setujui"

Kamis, 04 November 2010

Inilah Kisah Buruh Yang Sebenarnya

KETIDAKADILAN

PART 1

Dimulai dengan sebuah isu yang masuk di telingaku hingga aku merasa bahwa aku harus tahu isu ini benar atau tidak. Dan akhirnya aku pun berada dalam sistem itu serta melakukan beberapa penelitian secara langsung hingga menyimpulkan bahwa beberapa perusahaan yang berada di wilayah tangerang telah melakukan sebuah pelanggaran terhadap UU ketenagakerjaan ( UU nomor 25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan, UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan).

sungguh malang nasib para karyawannya yang hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan itu saja tanpa adanya kebijakan perusahaan dalam hal kesejahteraan karyawannya, dimulai dari kontrak kerja yang tidak ada salinan dan materainya (UU nomor 25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan Pasal 14 ayat (3) “Perjanjian kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat sekurang-kurangnya rangkap 2 (dua), yang mempunyai kekuatan hukum yang sama, pekerja dan pengusaha masing-masing mendapat 1 (satu) perjanjian kerja”). ironisnya lagi bagi mereka para calon karyawan yang memasuki masa percobaan kerja selama 3 bulan tidak mendapatkan gaji pokok yang sesuai dengan UU ketenagakerjaan (UU nomor 25 tahun 1997 tentang ketenagakerjaan Pasal 20 ayat (2) “Selama masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pengusaha dilarang membayar upah pekerjanya di bawah upah minimum yang ditetapkan oleh Menteri” dan UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Pasal 157 ayat (3) Dalam hal upah pekerja/buruh dibayarkan atas dasar perhitungan satuan hasil,potongan/borongan atau komisi, maka penghasilan sehari adalah sama denganpendapatan rata-rata per hari selama 12 (dua belas) bulan terakhir, dengan ketentuan tidak boleh kurang dari ketentuan upah minimum provinsi atau kabupaten/kota.).

Aku terdiam ketika mendengar jerit hati dari seorang karyawan yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun tidak ada pengangkatan status kerja dari perusahaan itu untuk menjadi karyawan tetap dan tetap berstatus sebagai karyawan kontrak yang mereka sendiri pun tidak pernah tahu isi kontrak kerja itu dan tidak pernah mendapatkan salinan surat perjanjian kerja.

Aku tak kuasa menahan gejolak didalam dada untuk ungkapkan apa yang semestinya mereka dapatkan, Tenaga kerja sudah seperti budak yang tak ternilai selalu disuruh untuk bekerja sampai tidak sesuai dengan batas waktu kerja yang tak semestianya, walaupun ada nilainya tapi masih saja dipangkas waktunya oleh para penjajah. tenaga kerja di anggap sama baik mereka yang bekerja mengandalkan otak maupun mereka yang bekerja mengandalkan otot semua sama rata.

Aku merasa ada yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semuanya walaupun aku tak tahu hasilnya akan seperti apa, sungguh malang nasib mereka karna tak bisa berbuat apa-apa, semuanya hanya berpaku pada sistem saja.

Serikat buruh sudah tidak ada lagi artinya di perusahaan itu karna telah ditutup mata dan hatinya, sudah tidak ada lagi keadilan untuk mereka. ini belum seberapa dan akan lebih terasa bila kita ada didalamnya, walaupun hanya sementara tapi aku telah menjalankannya

Inilah kisah buruh yang sebenarnya

Ronald – Teguh M Ranu W

Ronald_goldlion@yahoo.com / ronaldrasaapelsegar.blogspot.com

Senin, 11 Januari 2010

"Tangan Tekepal Maju Ke Muka"


Tulisan ini hendak menjadi landasan berpikir bagi gerakan mahasiswa Indonesia yang oleh banyak pengamat dianggap telah mengalami dis-orientasi, krisis kepercayaan dari rakyat, bahkan telah kehilangan elang gerakannya tidak segarang tahun 1998, dan sebagainya. Setidaknya udah begitu banyak konsolidasi nasional dilakukan oleh kawan2 tetapi belum berujung pada jalan keluar dari problem gerakan saat ini karena selama ini konsolidasi masih sebatas ajang seremonial belaka, saling kenal dari kawan2 berbagai daerah [ outputnya terkadang hanya tukar-menukar no.HP] dan yang paling parahnya malah menimbulkan fragmentasi. kita berkumpul bukan sekedar menghabiskan energi kita termasuk sumber daya logistik tanpa melahirkan sebuah jalan keluar bagi kebuntuan gerakan mahasiswa. Makanya, Gw harap konsolidasi nasional ini bisa menjadi ajang membangun perdebatan strategi-taktik untuk memajukan gerakan mahasiswa.

Perjuangan mahasiswa tahun 1998 yang diagung-agungkan sebagaian kawan2, sebagian lagi mencelanya sebagai gerakan yang gagal karena tidak mampu melahirkan perubahan mendasar yaitu kesejahteraan bagi Rakyat. Tapi, menurut gw mengandung segi-segi positif dan negatif bagi perjuangan mahasiswa dan rakyat Indonesia kedepan, tapi perlu di tekankan disini
bahwa segi positif dan negatif bukanlah hal yang harus ditangisi disini tetapi merupakan material yang menyebabkan gerak?menurut filsafat. Yang di maksud segi-segi positif dari perjuangan mahasiswa tahun 1998 disini antara lain; [1] berhasil menjatuhkan symbol kediktatoran rejim orde baru?soeharto lewat aliansi mahasiswa-Rakyat[buruh-Tani-Kaum Miskin Perkotaan], hal ini semakin membuka perspektif gerakan mahasiswa bahwa untuk menuntaskan perjuangan ini(reformasi total harus ada aliansi strategis gerakan mahasiswa dan rakyat). [2] walaupun tidak tuntas telah mampu merubah struktur politik?maksudnya membuka ruang2 demokrasi seperti kebebasan pers, kebebasan membangun organisasi massa, pertemuan politik, dan pemilu multi partai tahun 1999 meskipun harus diakui bahwa ini masih dalam syarat2 demokrasi borjuis,[3] telah meluaskan aksi massa sebagai metode perjuangan bagi massa rakyat [4] meluaskan kesadaran kritis/politik selama 32 tahun floating massa meskipun masih terkadang tingkat kesadaran politik ini masih sangat rendah dan mudah dimanipulasi elit politik. Sedangkan segi-segi negatifnya adalah;[1] kelemahan strategi-taktik; membuat mahasiswa tidak mampu membangun struktur politik alternatif bersama gerakan rakyat sehingga kepeminpinan politik ? di telikung oleh borjuis reformis palsu. [2] fragmentasi gerakan, karena kesalahan memandang dan menyimpulkan situasi ekonomi-politik yang berkembang contoh dalam kasus menentukan sikap terhadap pemilu 1999. [3] kelemahan ideology gerakan membuat gerakan mahasiswa tidak cukup kuat bertahan di tengah liberalisasi politik dan perkembangan politik yang begitu cepat.

menurut gw kebutuhan gerakan mahasiswa sekarang sebagai jawaban problem Gerakan yakni; [1] konsolidasi sektoral mahasiswa, tahapannya bisa dua yaitu : Pertama, konsolidasi BEM2 satu sisi dan konsolidasi organisasi ekstra disisi lain. kedua, konsolidasi bersama dalam bentuk
rembug mahasiswa nasional. Konsolidasi sektoral ini akan membuka diri atau mampu terlibat aktif pada konsolidasi multi-sektoral gerakan rakyat. [2] merumuskan strategi-taktik perjuangan yang tepat, sebagai kesimpulan pembacaan situasi sekarang dan sejarah perkembangan masyarakat indonesia. [3] merumuskan program-program strategis sebagai
solusi problem pokok rakyat indonesia.

Selamat Berkonsolidasi dan Selamat Berjuang !!!
Hidup Mahasiswa- Hidup Rakyat

narziz !!!

narziz !!!
"Cara paling sederhana untuk memperbaiki tingkat hasil dalam kehidupan kita adalah dengan memperbaiki cara kita berkomunikasi dengan orang lain"